3 Contoh Surat Teguran dan Contoh Surat Peringatan Terbaik

Surat Teguran dan Peringatan

Surat Teguran dan Peringatan

Surat Teguran dan Peringatan  – Menjalani sebuah profesi memang membutuhkan suatu konsistensi, komitmen, dan kontinuitas. Apalagi jika kita adalah seorang karyawan pada sebuah perusahaan. Tentu kita harus mentaati segala peraturan yang berlaku pada perusahaan tersebut.

Kita juga harus berkomitmen pada kontrak yang telah kita sepakati di awal saat kita masuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Sama halnya jika kita bekerja pada instansi resmi negara atau pemerintahan. Sudah seharusnya kita menerapkan sikap disiplin setiap hal, baik dari segi loyalitas maupun profesionalisme dalam bekerja.

Dengan menerapkan sikap disiplin dan profesionalisme yang tinggi, kita akan bisa membuat atasan atau bos kita Kumpulkan terhadap hasil kerja kita dan atas kepercayaan yang tinggi kepada kita.

Contoh Surat Teguran & Peringatan

Contoh Surat Teguran & Peringatan

Namun ada beberapa orang atau pihak yang melakukan kelalaian atau tindakan indisipliner dalam sebuah perusahaan atau perusahaan. Jika hanya sesekali melakukan kelalaian itu mungkin masih bisa dimaklumi karena setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.

Namun demikian tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang atau dalam waktu yang lama, orang yang harus dilakukan teguran atau animasi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memberikan teguran atau es kepada seseorang. Misalnya dengan memberikannya secara lisan kepada orang yang bersangkutan.

Namun kelemahannya adalah banyak orang yang akhirnya tidak mengindahkan teguran secara lisan ini. Jika sudah seperti ini maka seorang pimpinan atau atasan harus memakai cara lain untuk menegur atau memberi peringatan kepada orang tersebut. Cara lain yang bisa dilakukan dan sekaligus akan menjadi bahan pembahasan dalam artikel kali ini adalahSurat Teguran atau Surat Peringatan .

Surat Teguran atau Surat Peringatan
adalah surat yang dibuat atau dikeluarkan oleh suatu instansi atau perusahaan dan ditujukan kepada seseorang atau pihak-pihak yang melakukan tindapura indisipliner, melanggar peraturan yang berlaku dalam perusahaan atau instansi tersebut, atau melakukan kelalaian dari komitmen yang telah disugia sebelumnya.

Surat ini tahan agar si pembuat bisa bisa sembuh dan segera memperbaiki diri agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Tujuan lainnya adalah untuk mengingatkan kembali kepada si pelanggar mengenai hal-hal yang telah disinki bersama.

Surat Teguran atau Surat PeringatanIni juga merupakan perwujudan dari sikap tegas para pimpinan atau atasan kepada karyawan mereka. Juga sebagai contoh nyata kepada karyawan dan karyawati lainnya sedang melakukan suatu kelalaian.

Untuk masalah teknis pembuatan Surat Teguran atau Surat Peringatan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan membuatan surat-surat lainnya. Hanya saja yang harus diperhatikan adalah, hal ini merupakan suatu bentuk atau teguran, tapi kita tetap harus menggunakan kata-kata yang sopan dan harus menggunakan kata-kata yang kasar.

Dengan tujuan agar agar orang yang diberikan tidak tersinggung atau malah kita melawan. Beberapa hal penting yang harus kita perhatikan dalam menyusun sebuah Surat Teguran atau Surat Peringatan , antara lain:

  1. Kepada siapa Surat Teguran atau Surat Peringatan yang diberikan?
  2. Pelanggaran apa yang telah dilakukan oleh orang tersebut?
  3. Sanksi apa yang akan diberikan kepada si pelanggar dan sebutkan juga masa berlaku dari sanksi tersebut.

Tanpa berlama-lama dan berbicara panjang lebar mengenai teori dari Surat Teguran atau Surat Peringatan ini, berikut langsung saja para pembaca menyimak baik-baik contoh Contoh Surat Teguran atau Contoh Surat Peringatan itu sendiri pada beberapa contoh yang akan saya berikan:


Contoh 1
:

KOPS SURAT

************************************************** *************************

Yogyakarta, 23 November 2015

Nomor: 123 / SP-1 / IV / 15

:

Hal: Peringatan I (Keterlambatan Pekerjaan)

Yang terhormat,

Direktur Utama

PT. Bangun Mandiri Sejahtera Abadi Jaya

Jalan Mataram 45, Sleman

Yogyakarta

Dengan hormat,

Sehubungan dengan dimulainya Proyek Pekerjaan Perbaikan Jalur Lingkar Utara di daerah Sleman, Yogyakarta, yang dilaksanakan oleh PT. Bangun Mandiri Sejahtera Abadi Jaya atas Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Sleman, Yogyakarta Nomor: ….. / ….. / ….. / ….. tanggal 1 November 2015 , maka dengan ini kami melihat pekerjaan keterlambatan sampai jatuh tempo ke III (gadai tanggal 3 – 21 November 2015) yaitu sebesar 23,45% (minus). Dan menurut pengamatan yang telah kami lakukan dilapangan, keterlambatan ini disebabkan oleh:

1. Kurangnya tenaga (tukang) sehingga beberapa item pekerjaan yang sudah sudah dilaksanakan ternyata belum dilaksanakan sampai saat ini.

2. Tidak sesuainya durasi kerja seperti yang telah disepakati bersama.

Selanjutnya kami instruksikan kepada Kontraktor agar segera buka memacu pekerjaan untuk menambah keterlambatan pekerjaan itu dengan menambah tenaga dan sesuai jadwal seperti yang telah tercantum pada surat perjanjian.

Demikianlah kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Kepala Dinas Tata Kota Sleman

(nama lengkap)

Contoh 2 :

PT. BANGUN MANDIRI SEJAHTERA ABADI JAYA

Jalan Mataram 45, Sleman, Yogyakarta

Telepon: 0295-000-0000, Faks: 0295-000-0000

Web: http://www.bmsaj.com

SURAT PERINGATAN I

Nomor: ….. / ….. / ….. / ….. / …..

Surat Peringatan ini ditujukan untuk:

Nama: Eka Ahmad Feri Setiawan

Jabatan: Staf Produksi

Surat Peringatan ini dikeluarkankan dengan bukti Saudara Eka Ahmad Feri Setiawan telah melakukan prosesi:

1. tindakan indisiplin, terlambat masuk kerja selama lebih dari 3 kali dalam kurun waktu satu bulan.

2. Terbukti telah ditinggalkan tempat kerja sebelum waktu kerja berakhir tanpa yang jelas dan sudah lebih dari 5 kali bulan ini.

Sebagai seorang karyawan Saudara Eka Ahmad Feri Setiawan seharusnya mampu mentaati tata tertib kerja yang berlaku di perusahaan ini dan siap untuk tiba di lokasi kerja pada waktu yang telah ditentukan, dan tidak boleh lagi untuk lokasi kerja sebelum berakhirnya waktu kerja yang telah tercantum dalam surat perjanjian Kerja (SPK) yang telah disugia sebelumnya.

Tujuan Pengeluaran Surat Peringatan:

Tujuan dikeluarkannya surat peringatan ini adalah untuk memberikan pengarahan sekaligus peringatan kepada Saudara Eka Ahmad Feri Setiawan agar bersedia melaksanakan tata tertib yang berlaku di perusahaan ini dan tidak melakukan kesalahan yang dapat merugikan pihak perusahaan.

Pemberian Sanksi :

Sehubungan dengan tindakan indispliner yang Saudara Eka Ahmad Feri Setiawan lakukan, maka pihak perusahaan memberikan sanksi kepada Saudara Eka Ahmad Feri Setiawan berupa larangan untuk menggunakan fasilitas perusahaan yang meliputi :

1. Kendaraan Iventaris Perusahaan

2. Peralatan Elektronik Perusahaan

Sanksi yang diberlakukan kepada Saudara Eka Ahmad Feri Setiawan mulai berlaku periode tanggal 24 November 2015 sampai dengan 25 Desember 2015.

Demikian Surat Peringatan ini bisa untuk bisa dijadikan sebagai bahan perhatian dan diharapkan agar Saudara Eka Ahmad Feri Setiawan dapat memaklumi hal tersebut sekaligus segera memperbaiki kinerjanya. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 23 November 2015

Direktur Utama

PT. Bangun Mandiri Sejahtera Abadi Jaya

(nama lengkap)