Contoh Surat Perjanjian Jual Beli, Utang Piutang, dan Kontrak

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli, Utang Piutang, dan Kontrak

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli, Utang Piutang, dan Kontrak

Contoh Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar – Pepatah mengatakan bahwa “Janji adalah Hutang”, yang berarti bahwa ketika seseorang telah berjanji maka orang tersebut harus mampu menepati. Saking pentingnya perihal menepati janji ini sampai – sampai ada jenis surat yang khusus mengatur mengenai perjanjian ini.

Surat tersebut dinamakan Surat Perjanjian. Hal ini lah yang akan menjadi topik pembahasan pada artikel kita kali ini yaitu mengenai Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar. Beberapa hal yang biasanya diatur menggunakan Surat Perjanjian ini antara lain :

  1. Transaksi jual – beli
  2. Utang – piutang
  3. Sewa – menyewa
  4. Perjanjian proyek / pekerjaan
  5. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam menyusun Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar ini terdapat beberapa hal yang menjadi pon utama di dalamnya. Antara lain sebagai berikut :

  1. Kepala surat. Setiap jenis surat resmi harus menggunakan kepala surat.
  2. Identitas Pihak Pertama. Menyebutkan identitas Pihak Pertama yang melakukan perjanjian.
  3. Identitas Pihak Kedua. Identitas Pihak Kedua juga harus disebutkan dalam Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar. Kedua identitas ini (Pihak Pertama dan Pihak Kedua) wajib ada dalam Surat Perjanjian agar pembagian kewajiban dan kewenangan dapat diatur dengan jelas.
  4. Pasal – pasal perjanjian. Poin ke empat ini merupakan poin terpenting dalam menyusun Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar. Pada poin ini diatur mengenai detail – detail kesepakatan perjanjian tersebut. Pasal – pasal tersebut lah yang akan menjadi pembagi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing – masing pihak.
  5. Tanda tangan dan nama terang kedua belah pihak. Karena Surat Perjanjian ini disusun dan disepakati oleh dua pihak, maka kedua pihak tersebut harus mencantumkan nama dan tanda tangan masing – masing sebagai tanda terjalinnya kesepakatan.
  6. Bubuhkan juga materai (6000) untuk memperkuat perjanjian.
  7. Saksi – saksi. Ajaklah beberapa orang untuk turut serta menjadi saksi dalam perjanjian tersebut jika memang diperlukan.

Jika para pembaca membutuhkan referensi untuk menyusun Surat Perjanjian, berikut kami berikan Contoh Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar :

Contoh :

SURAT PERJANJIAN KONTRAK RUMAH

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ……………..
Alamat : ……………..
Pekerjaan    : ……………..

Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama : ……………..
Alamat : ……………..
Pekerjaan  : ……………..

Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Dalam hal ini, PIHAK PERTAMA menyewakan / mengontrakkan rumah tinggal kepada PIHAK KEDUA dengan spesifikasi bangunan berdinding batu bata, atap genteng, lantai keramik, instalasi listrik, air PAM, dan sambungan telepon yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta 45, Sleman, Yogyakarta.

Sewa tersebut dilangsungkan dan diterima dengan harga Rp. 110.000.000,00 (seratus sepuluh juta rupiah) selama satu tahun. Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016 s / d 31 Desember 2016. Uang sewa telah dibayarkan secara tunai oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.

Dengan demikian PIHAK KEDUA sebagai pengontrak bersedia mematuhi hal-hal berikut :

1. Rumah yang disewakan tidak dijaminkan atau digadaikan untuk pelunasan suatu hutang oleh PIHAK KEDUA.

2. Rumah yang disewa tidak disewakan lagi kepada orang lain.

3. PIHAK KEDUA wajib memelihara dan memperbaiki kerusakan-kerusakan rumah yang disewa selama masa kontrak.

4. Rumah tersebut disewakan sebagai rumah tinggal. Apabila di kemudian hari dipergunakan untuk hal-hal yang dapat menyalahi atau melanggar hukum, maka hal tersebut di luar tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

5. Tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi bangunan tersebut kecuali ada kesepakatan atau persetujuan dari PIHAK PERTAMA.

6. Apabila dikehendaki dan disepakati oleh kedua pihak, PIHAK KEDUA dapat memperpanjang kontrak / sewa dengan harga sewa dan syarat-syarat yang akan ditetapkan kemudian secara musyawarah dan mufakat sekurang-kurangnya satu bulan sebelum masa sewa berakhir.

7. Apabila perjanjian sewa-menyewa ini berakhir, PIHAK KEDUA harus mengembalikan rumah tersebut dalam keadaan kosong, rekening listrik, air (PAM), dan rekening telepon telah dilunasi serta terpelihara baik, tepat pada waktunya kepada PIHAK PERTAMA.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan disetujui oleh kedua pihak, yaitu PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara musyawarah dan mufakat serta tanpa adanya unsur paksaan atau intimidasi dalam bentuk apapun dan oleh pihak manapun.

Surat perjanjian ini ditandatangani dalam rangkap 2 (dua), keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.

 

Jepara, 25 Maret 2016
PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,
[materai]
(Pihak Pertama) (Pihak Kedua)
Saksi – saksi :
1. Joko (Ketua RT / Saksi Pihak Pertama) : (…..ttd…..)
2. Riyono (Ketua RW / Saksi Pihak Kedua) : (…..ttd…..)

Demikian salah satu Contoh Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar. Format umumnya kurang lebih seperti contoh yang telah disebutkan di atas. Mengenai isi dari Surat Perjanjian dan pasal – pasal yang terdapat di dalamnya dapat disesuaikan sendiri dengan keperluan masing – masing. Semoga artikel ini dapat membantu para pembaca sekalian.
Contoh Surat Perjanjian Jual Beli, Utang Piutang, dan Kontrak | Notulen | 4.5